Emas berada di ambang pergerakan naik yang signifikan, berpotensi menembus di atas angka $5.200. Menurut ANZ Bank, prospek untuk logam mulia ini tetap sangat bullish, didukung oleh konvergensi berbagai faktor. Sementara pendorong utama emas telah bertahan sejak tahun lalu, ANZ menyoroti elemen baru yang krusial: posisi investor yang "tidak terlalu ramai" setelah fase pengambilan keuntungan pada akhir Januari.
Analisis ANZ menunjukkan fundamental yang mendasarinya kuat. Mereka memperkirakan kebijakan moneter akomodatif akan berlanjut hingga Q4 2026. Secara spesifik, mereka memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan pemotongan suku bunga pada Q2, kemungkinan di bulan Juni, dengan pemotongan tambahan di Q4, menurunkan suku bunga terminal menjadi 3% dari 3,75% saat ini. Lingkungan moneter yang mendukung ini diharapkan menguntungkan aset non-yielding seperti emas.
Selanjutnya, ketegangan geopolitik yang diperbarui, terutama antara AS dan Iran, siap untuk menyalakan kembali daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Volatilitas yang terus-menerus dalam lanskap geopolitik juga tersirat oleh pembicaraan berkelanjutan antara Rusia-Ukraina. Risiko ekonomi terus membayangi, dengan pasar belum sepenuhnya mencerna dampak peningkatan tarif AS. Secara bersamaan, risiko keuangan meningkat, dipicu oleh kekhawatiran seputar reli ekuitas yang didorong oleh AI.
Dalam menghadapi ketidakpastian ini, ANZ melihat emas sebagai lindung nilai yang menarik terhadap risiko pasar. Pengambilan keuntungan baru-baru ini telah menciptakan ruang bagi investor untuk membangun posisi beli (long) baru, menunjukkan ruang yang cukup untuk pergerakan harga naik. Bagi trader yang ingin memanfaatkan prospek bullish ini, mengeksplorasi peluang trading forex pada emas bisa bermanfaat. Dan dengan cashback.day, Anda dapat secara signifikan mengurangi biaya trading Anda pada setiap perdagangan yang berhasil, menjadikan investasi Anda lebih berharga.